Home » , , , , » Inspirasi : Memori Setengah Abad ”Nol Koma Nol Satuku”

Inspirasi : Memori Setengah Abad ”Nol Koma Nol Satuku”

Written By ClustAdmin on 18 April 2014 | 20.27

Saat ini tepat jam 00.01 tanggal 30 Juli 2008
Dikesibukan malamku yang biasa, sesaat aku disentakkan oleh suara putra bungsuku yang mengingatkan bahwa kini jam 00.01 tanggal 30juli ..yaa ulang tahunku !!!... sejenak aku menghentikan kegiatanku . . aku hening..... dan mengingat ....setengah abad sudah aku menghirup udara ini, sudah panjang jalan yang kulalui, sudah banyak hal yang kualami, beragam pahit manis, susah senang,sedih gembira telah menghiasi hidupku. Di detik ini limapuluh tahun yang lalu suara tangis pertamaku bergema di sisi Bundaku yang bersimbah peluh seakan terngiang lagi dalam khayalku, meski hanya ada dalam memori kecil yang tak kusadari. Tapi itu cukup bagiku untuk memulai sebuah renungan pada jalan-jalan panjang yang telah kutempuh selama aku tapaki kehidupan ini hingga aku menjadi seperti ini. Sesaat tafakurku mendalam untuk sujud keharibaanMu yang telah membuat garis-garis hidup yang harus kulalui. Ku tempuh jalan itu seperti yang Engkau tuntut padaku saat bisikanMu di rahim Ibuku, Engkau membimbingku..., tapi mungkin sering aku kesampingkan  bisikanMu, namun ...Engkau tetap membimbingku, kasih sayangMu selalu Engkau curahkan, namun akulah yang buta untuk melihat kasih sayang itu, karena wujud kasih sayangMu tak selalu dapat kulihat ke sebalik apa yang terlihat pada mata raga ku. Di detik aku harus memulai langkah limapuluh tahun keduaku, sejuta asa dalam renungku berharap ampunan atas kealphaanku, atas salah-salahku, atas ingkarku pada garisMu. Dalam renung ini ku ingin Kau dengar syukurku yang tiada berhingga atas bimbinganMu, kasih dan sayangMu yang senantiasa mengiringi perjalanan hidupku. Kuteriakkan terima kasihku buat kedua orang tuaku, mereka yang gelisah penuh harap disaat detik menjelang kelahiranku, khawatir, cemas, sakit, senang yang berpadu menjadi satu dalam satu titik sampai kuteriakkan tangis pertamaku. Banyak yang telah kulakukan di saat aku telah menyadari lakuku, dan banyak yang mungkin telah membuat ayah-bundaku terluka, sedih dan sakit. Kini....di renungku sejuta maaf dengan malu kusampaikan keharibaan mereka. Kesabaran dan kasih sayang mereka telah membesarkanku, meski aku terkadang tidak dapat melihat ke sebalik yang nampak oleh mata ragaku, dan  aku selalu terlambat untuk dapat menyadari semua itu. Doa-doaku mungkin tidak akan cukup untuk mengimbangi apa yang telah aku terima dari meraka, hingga aku menjadi seperti aku yang kini.
Saat ini tepat jam 00.01 tanggal 30 Juli
Dikesibukan malamku yang kuhentikan atas sentakan suara putra bungsuku, 30 Juli ini lebih dari sekedar transisi 50 tahun keduaku, di rentang waktu ini lebih dari 14 abad yang lalu Rasulullah idolaku melakukan perjalanan panjang dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan lalu ke Sidratul Muntaha. Sebuah perjalanan dahsyat menurut ukuran pengetahuan manusia, perjalanan yang tidak mungkin dilakukan dengan upaya manusia, kecuali oleh bimbingan Yang Maha Kuasa...sebuah pergerakan vertikal dan horizontal Rasulullah menuju haribaan Pencipta Semesta untuk menerima peta jalan keselamatan umatnya.. sebuah perjalanan panjang yang singkat dan mengubah dunia. Dalam renungku kini... khayalku menyeruak antara asa yang tak mungkin, dan terlalu kecil untuk memadankan perjalanan 50 tahunku dengan pengalaman sang idola, namun aku kini harus berkaca pada pergerakan horizontal dan vertikal Rasulku.. gerakan itu haruslah menjadi bagian dari perjalanan 50 tahun keduaku, meski itu tidak akan pernah menjadi pengubah dunia, paling tidak akan mengubah hidupku. Aku teriakkan tangis keduaku dalam renungan yang dalam dan larut disaput embun dan dinginnya malam menjelang pagi. Kuisi menit-menit awal 50 tahun keduaku untuk meneriakkan gelisah, galau dan khawatir yang menyatu seperti kegelisahan kedua orang tuaku saat menjelang tangisan pertamaku 50 tahun yang lalu. Ku tulis teriakanku untuk cermin bagi putra-putraku yang akan menapaki relung-relung kehidupan mereka masing-masing dalam doaku... semoga perjalanan panjang mereka kelak lebih memiliki makna dan selalu dalam bimbinganNya. Amin.
© Irhash A. Shamad
 Padang 00.30, 30 juli 2008
Share this article :

Posting Komentar

Maklumat

Maklumat
 
Support : Pandani Web Design
Copyright © 2009-2014. Irhash's Cluster - All Rights Reserved
Template Created by Maskolis
Proudly powered by Blogger